Jumat, 02 November 2012

MAKALAH PARADIGMA SEHAT


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PARADIGMA SEHAT 2015 ”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian  paradigma sehat ,visi misinya,latar belakang.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi dan pelajaran kepada kita semua .
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Medan, Maret 2012
    
                                Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR      ……………………………………………………………………………………….i
DAFTAR ISI                            ……………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar belakang       ………………………………………………………………………………….......1
B.     Tujuan                   ……………………………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN
A.     Definisi Paradigma Sehat        …………………………………………………………………………….2
B.     Latar belakang /Dasar Pemikiran Paradigma Sehat    ……………………………………………2
C.     Faktor  yang  mendorong  perlu  adanya  paradigm    ……………………………………………
D.    Strategi Pembangunan Kesehatan        …………………………………………………………………
E.     Tiga Pilar Indonesia Sehat      ……………………………………………………………………………
F.      Indikator Utama Indonesia Sehat        ………………………………………………………………...
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar  Belakang
Sejalan dengan pemahaman dan pengetahuan kita, konsep sehat dalam upaya penanganan kesehatan penduduk sudah mengalami banyak perubahan. Banyak negara berkembang termasuk Indonesia , sampai saat ini melakukan penanganan kesehatan masih berupa program-program konvensional yang masih menekankan pada pengembangan rumah sakit-rumah sakit, penanganan penyakit secara individual, spesialis, terutama penanganan peristiwa sakit secara episodik.
Program kesehatan jangka panjang tidak menguntungkan karena akan berkumpul di tempat yang banyak uang yaitu kota-kota besar, dari segi ekonomi upaya kesehatan yang berorientasi kuratif bersifat konsumtif tidak produktif.
B.   TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pefinisi Paradigma sehat
2.      Untuk mengetahui latar belakang /dasar pemikiran paradigma sehat
3.      Untuk mengetagghui strategi pembangunan kesehatan
4.      Untuk mengetahui tiga pilar indonesia sehat
5.      Untuk mengetahui indikator utama indonesia Sehat





BAB II
PEMBAHASAN
PARADIGMA SEHAT
A.   Definisi Paradigma Sehat
 Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Paradigma sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun mikro.
v  Secara makro, berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberi sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
v  Secara makro,
·         berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilatif.
·         Paradigma sehat dengan sebutan :”Gerakan Pembangunan Yang Berwawasan Kesehatan” dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 1 Maret 1999.
Lebih dari itu, paradigma sehat adalah bagian dari pembangunan peradaban dan kemanusiaan secara keseluruhan. Paradigma sehat adalah perubahan mental dan watak dalam pembangunan.
Paradigma sehat adalah perubahan sikap dan orientasi , yaitu sebagai berikut:
1.      pola pikir yang memandang kesehatan sebagai kebutuhan yang bersifat pasif, menjadi merupakan keperluan dan bagian dari hak asasi manusia (HAM).
2.      Sehat bukan hal yang konsumtif, melainkan suatu investasi karena menjamin tersedianya SDM yang produktif secara sosial dan ekonomi.
3.      Kesehatan yang semula hanya berupa penanggulangan yang bersifat jangka pendek ke depannya akan menjadi bagian dari upaya pengembangan SDM yang bersifat jangka panjang.
4.      Pelayanan kesehatan tidak hanya pelayanan medis yang melihat bagian dari yang sakit/penyakit, tetapi merupakan pelayanan kesehatan paripurna yang memandang manusia secara utuh.
5.      Kesehatan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat mental dan sosial.
6.      Pelayanan kesehatan tidak lagi terpecah-pecah (fragmented), tetapi terpadu (integrated).
7.      Fokus kesehatan tidak hanya penyakit, tetapi juga bergantung pada permintaan pasar.
8.      Sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya masyarakat umum (pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan umum), melainkan juga masyarakat swasta (pelayanan kesehatan untuk perorangan/pribadi, misalnya homecare ).
9.      Kesehatan bukan hanya menjadi urusan pemerintah, melainkan juga menjadi urusan swasta.
10.  Biaya yang ditanggung pemerintah adalah untuk keperluan publik (seperti pemberantasan penyakit menular, penyuluhan kesehatan), sedangkan keperluan lainnya perlu ditanggung bersama dengan pengguna jasa.
11.  Biaya kesehatan bergeser dari pembayaran setelah pelayanan menjadi pembayaran di muka dengan model Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat.
12.  Kesehatan tidak hanya berfungsi sosial, tetapi juga dapat berfungsi ekonomi.
13.  Pengaturan kesehatan tidak lagi diatur dari atas (top down), tetapi berdasarkan aspirasi dari bawah (bottom up).
14.  Pengaturan kesehatan tidak lagi tersentralisasi, tetapi telah terdesantralisasi.
15.  Pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat birokratis tetapi entrepreuner.
16.  Masyarakat tidak sekedar ikut berperan serta, tetapi telah berperan sebagai mitra.
B.    Latar belakang /Dasar Pemikiran Paradigma Sehat
§  Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif, bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
§  Kesehatan merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, disamping pendidikan dan pendapatan (ekonomi). Oleh karena itu, kualitas kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan.
§  Sehat juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Mensyukuri karunia dapat ditunjukan dengan perkataan, perasaan, dan perbuatan. Bersyukur dengan perbuatan ditunjukan dengan memelihara kesehatan dan berupaya untuk meningkatkannya.
§  Memelihara dan meningkatkan kesehatan lebih efektif daripada mengobati penyakit. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan (promosi) dan pencegahan penyakit (preventif) perlu ditekankan tanpa mengesampingkan upaya penyembuhan dan pemulihan.
§  Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki konstribusi yang sangat besar terhadap kualitas derajat kesehatan. Di pihak lain, faktor lingkungan dan perilaku terkait dengan banyak sektor di luar kesehatan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dampak  pembangunan semua sektor dibidang kesehatan.
§  Adanya transisi demografis dan epidemologis, tantangan global dan regional, perkembangan iptek, tumbuhya era desentralisasi, serta maraknya demokratisasi disegala bidang, mendorong perlunya upaya peninjauan kebijakan yang ada serta perumusan paradigma baru dibidang kesehatan.
Berdasarkan paradigma sehat, dirumuskan visi, misi dan strategi pembangunan kesehatan.Visi Indonesia Sehat 2015
 Visi
Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui:
Ø  pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat,
Ø   memiliki kemampuan untuk mengjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,
Ø   serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya di seluruh republic Indonesia.
 Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai :
INDONESIA SEHAT 2015
Dengan adanya rumsan visi tersebut, maka lingkungan yang diharapkan pada masa depan adalah:
·         lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
·         Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2015 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah terjadinya resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisifasi akif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
·          Selanjutnya masyarakat mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Layanan yang tersedia adalah layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar secara merata dindonesia. Dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis
Misi
Untuk dapat mewujudkan visi INDONESIA SEHAT 2015, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut:
1.      Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sector kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sector pembangunan lainnya. Untuk optimalisasi hasil kotribusi positif tersebut, harus dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan. Dengan perkataan lain untuk dapat terwujunya INDONESIA SEHAT 2015, para penanggungjawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya.
Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakan. Untuk dapat terlaksananya pembangunan yang berwawsasankesehatan, adalah seluruh tugas yang berelemen dari system kesehatan untuk berperan sebagai penggerak utama pembanguanan nasional berwawasan.
2.      Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai. Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu upaya kesehatan pokok atau misi sector kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
3.      Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.
4.      Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya mengandyng makna bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warga negaranya, yakni setiap individu,keluarga dan masyarakat Indonesia, tanpa meninggakan upaya menyembuhkan penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Untuk terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitative. Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat, dan oleh karena itu tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih dprioritaskan. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin)
C.     Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma sehat :
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk.
D.   Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan memiliki strategi :
1.    Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan. Semua kebijakan nasional yang diselenggarakan harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberi kontribusi positif terhadap pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
2.      Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung dengan penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3.      Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Penataan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat luas.
4.      Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus didasarkan pada masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu pengaturannya disesuaikan dengan rumah tangga masing-masing daerah.
E.    Tiga Pilar Indonesia Sehat
Tiga pilar Indonesia sehat, antara lain :
1.    Lingkungan sehat, adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup yang sehat, yakni bebas polusi, tersedia air bersih, lingkungan memadai, perumahan-pemukiman sehat, perencanaan kawasan sehat, terwujud kehidupan yang saling tolong-menolong dengan tetap memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
2.      Perilaku sehat, yaitu bersikap proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan (contih: aktifitas fisik, gizi seimbang), mencegah resiko terjadinya penyakit (contoh: tidak merokok), melindungi diri dari ancaman penyakit (contoh: memakai helm dan sabuk pengaman, JPKM), berperan aktif dalam gerakan kesehatan (contoh: aktif di posyandu).
3.      Pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, yang menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa adanya hambatan ekonomi, sesuai dengan standar dan etika profesi, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, serta memberi kepuasan kepada pengguna jasa.
F.     Indikator Utama Indonesia Sehat
Indikator utama Indonesia sehat, yaitu :
1.    Lingkungan sehat: 80% rumah sehat, 90% keluarga menggunakan air bersih, 85% keluarga menggunakan jamban sehat, 80% sekolah sehat, 80% Kabupaten/kota sehat.
2.      Perilaku sehat: 80% penduduk berperilaku sehat (aktivitas fisik, makan dengan gizi baik, dan tidak merokok); 80% tatanan keluarga sehat.
3.      Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau: Setiap kecamatan memiliki 1,5 puskesmas; pemanfaatan sarana yankes 80%; pengunjung/pasien puas akan pelayanan kesehatan; rasio desa terhadap posyandu adalah 1:5 (minimal salah satunya purnama/mandiri); 100% balita telah diimunisasi.
4.      Derajat kesehatan: Angka harapan hidup 67,9 tahun, angka kematian bayi 35 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian ibu 125 per 100.000 kelahiran, angka kematian kasar 7,5 per 1000 penduduk.









BAB III
PENUTUP
Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Dasar Pemikiran Paradigma Sehat Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif. Sehat bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma sehat :
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk








DAFTAR PUSTAKA

Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB
Entjang, Indan, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, Citra Aditya Bakti
M. N. Buston, 1977, Pengantar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta
M. N. Buston, 1977, Epidemiologi penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta
Azrul Azwar, 1989, Penanggulangan Wabah oleh Puskesmas, Binarupa, Jakarta
Noor Nasri N, 1997, Dasar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta
Sukidjo Notoatmodjo, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Azrul Azwar, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Binarupa, Jakarta
Bambang, 1990, Dasar dasar Epidemiologi









PARADIGMA SEHAT 2015
Disusun oleh:
........................................


AKBID ....................................................
TA 2011/2012



PROGRAM KERJA PRAMUKA


PROGRAM KERJA PRAMUKA
DEWAN AMBALAN H. AGUS SALIM  DAN RA. KARTINI
SMA NEGERI  5 TANAH PUTIH MENGGALA
       A.    Pendahuluan

Rencana kerja pembinaan dan pengembangan dan penegak sebagai hasil musyawarah Gudep.                           th 2012. Perlu dijabarkan lagi secara rinci dimana program kerja ini merupakan pentahapan aktivitas bagi kesinambungan proses pelaksanaan kegiatan dalam pembinaan dan perkembangan dalam Pramuka Penegak SMA Negeri  5 Tanah Putih Menggala. Program kerja th 2012/2013 akan tetap melanjutkan fungsi kerja Ambalan sebelumnya untuk mengkomodir serta mengupayakan peningkatan kuantitas dengan tidak meninggalkan usaha-usaha peningkatan kualitas pembinaan SDM, leadership, serta skill. Evaluasi juga merupakan bagian integral dari setiap kebijakan program yang tak terpisahkan agar nantinya dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang keunggulan, kelemahan, peluang dan hambatan terhadap kebijakan yang telah dibuat sehingga dapat diketahui keberhasilan dan usaha yang telah dilakukan.
B.  Susunan Program Kerja
1.   Sasaran Pokok
Sasaran Pembinaan Pramuka Penegak adalah:
  1. Mengupayakan Gerak Pembinaan dan Pembinaan Pramuka Penegak yang dititik beratkan pada peningkatan pelatihan-pelatihan guna menyiapkan Pramuka Penegak menjadi mendiri.
  2. Mengupayakan fungsi wadah-wdah pembinaan Pramuka Penegak supaya terpadu dan terarah sehingga memantapkan organisasi dan manajemen yang tanggap, efektif dan efisien.
  3. Meningkatkan kedisiplinan, kesadaran dan menyerap nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Upaya mengadakan fasilitas penggunaan dan pengembangaan Pramuka Penegak dalam rangka menunjang gerak langkah visi awal dengan lngkah kemandirian Gerakan Pramuka.
  5. Meningkatkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan untuk bekerja sama dalam melaksanakan seluruh kegiatan Pramuka.
2.      Sasaran Bidang
a.   Pelaksanaan Tugas
  1. Mengatur, mengendalikan dan memonitor tugas sehari-hari anggota Dewan Kerja Ambalan.
  2. Mengatur dan mengendalikan mekanisme yang berkaitan dengan penugasan seluruh anggota Dewan Kerja Ambalan dan ruang lingkup tugasnya.
  3. Menyempurnakan sistem dan mekanisme kerja Dewan Ambalan.
  4. Melakukan fungsi pembinaan terhadap anggota Dewan Kerja Ambalan baik secara intern maupun ekstern.
  5. Melakukan upaya persiapan kaderisasi pengurus Dewan Kerja Ambalan.
b.   Finansial
  1. Mengendalikan dan memonitor mekanisme kenangan pada setiap aktivitas Dewan Kerja Ambalan.
  2. Menyelenggarakan dana rutin Mabigus untuk aktivitas Dewan Kerja Ambalan diusahakan dengan maksimal kemandirian yang berkesinambungan.
  3. Mengatur, mengendalikan dengan mengevakuasi pelaporan keuangan Dewan Kerja Ambalan.
c.   Bidang Kajian Kepramukaan
  1. Melanjutkan upaya penyempurnaan petunjuk penyelenggaraan pendidikan dan latihan bagi anggota Pramuka Penegak khususnya dalam perencanaan penyajian kegiatan kepramukaan yang menarik dan menantang.
  2. Melakukan pendataan masukan anggota Dewan Ambalan di ruang lingkup Mabigus tentang perubahan PPDKAan Polmekbin T/D.
  3. Bekerja sama dengan seluruh anggota Dewan Kerja untuk mencari solusi pemecahan dalam penyempurnaan perubahan petunjuk penyelenggara Dewan Kerja yang baru.
d.   Bidang Kegiatan Kepramukaan
  1. Publikasi dan informasi kegiatan-kegiatan Pramuka Penegak.
  2. Minimal satu tahun sekali merealisasikan satu konsep kegiatan yang bersifat positif, kreatif dan inofatif, sebegai pengabdian kepada Gerakan Pramuka dan masyarakat.
  3. Mengusahakan meningkatkan kualitas dan kuantitas perkembangan Pramuka Penegak yang terlibat dalam upaya pembangunan masyarakat.
  4. Terciptanya konsep kegiatan yang bervariasi yang mempu menarik minat remaja/pemuda usia penegak.
e. Bidang Evaluasi dan Pengembangan
  1. Tersusunnya petunjuk pelaksanaan kegiatan bagi Dewan Ambalan.
  2. Tersusunya perangkat supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan Dewan Kerja.
  3. Terlaksananya perangkat pengembangan tentang Pramuka Penegak.
  4. Terhimpunnya data yang akurat tentang kuantitas dan kualitas anggota Pramuka Penegak guna kebutuhan perumusan kebijakan lebih lanjut.

C.  Uraian Program Kerja
1.   Kegiatan Rutin
a.   Rapat Pleno Dewan Kerja Ambalan
Maksud, Evalusasi program kerja dan pelaksanaan tugas Dewan Ambalan dalam satu tahun dan menentukan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan program/tugas untuk satu tahun berikutnya.
Waktu    : Satu bulan sekali
Tempat   : SMA N 5 Tanah Putih, Menggala
b.   Rapat Bidang Dewan Ambalan
Maksud, Membicarakan pelaksanaan program kerja, persiapan dan penyusunan konsepsi kegiatan bidang yang bersangkutan
Waktu    : Sesuai kebutuhan
Tempat   : Disesuaikan
c.   Kemah Selamat Datang
Maksud, Menyambut anggota Penegak yang baru atau kemah penerimaan Penggalang/tamu menjadi anggota Penegak
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : Dsesuaikan dengan situasi dan kondisi  
d.   Materi Kepramukaan
Maksud, Memberikan ilmu serta wawasan mengenai Pramuka, sumber pengetahuan yaitu baik dari buku-buku Pramuka maupun pengalaman Dewan Kerja Ambalan
Waktu    : Setiap Hari Senin
Tempat   : SMA N 5 Tanah Putih Menggala
e.   Ujian SKU Penegak
Maksud, Memberikan ujian atau uji coba kepada anggota Penegak terhadap syarat-syarat yang tercantum di SKU yang harus dilaksanakan yaitu sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Kemah Bantara
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : SMA N 5 Tanah Putih Menggala
f.    Kemah Pelantikan Bantara
Maksud, Menciptakan atau membentuk pribadi peserta Kemah Bantara menjadi sosok yang disiplin, berani dan setia, serta mandiri dalam meraih sesuatu yang dilaksanakan pada tiap tahunnya
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : Disesuaikan

2.      Paket Kegiatan
Perkemahan Akhir Tahun (PRATA)
Maksud :
·         Sebagai perkemahan persahabatan kepada sesame anggota Pramuka
·         Sebagai kemah perpisahan untuk Dewan Kerja Ambalan yang telah habis masa jabatanya selama 1 tahun
·         Menjadi kemah perayaan menyambut Tahun Baru
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : Disesuaikan

3.   Kegiatan Partisipasi
a.   Kegiatan Bersama anggota Ambalan
Maksudnya, melaksanakan kegiatan bersama dalam hal meningkatkan jalinan silaturahmi antar angota ambalan dihari-hari besar agama,negara,dan hari bersejarah lainnya.
1.      Buka Puasa Bersama, Kegiatan yang bertajub di bulan ramadhan dengan berbuka puasa bersama. Tujuannya,Menjalin silahturahmi antara Dewan Kerja Ambalan, Purna Ambalan Gudep, Anggota Sangga.
Waktu : Bulan Ramadhon 2013
Tempat : Disesuaikan
Peserta : Dewan Ambalan,Purna Ambalan dan Anggota sangga Gudep.
2.      Bakti Ramadhan, PengertianKegiatan yang bertajub di bulan ramadhan dengan membagi-bagikan bingkisan kepada Anak yatim yang ada di Sekitar gudep. Tujuan,Sebagai bukti kongkret bahwa Pramuka bermasyarakat.
Penyelenggaraan
Waktu : Bulan Dibulan Ramadhon
Tempat : Sekitar Gugus depan ( disesuikan)
Peserta : Dewan Ambalan dan Anggota Sanggar
3.      Pramuka Berkarya,Pengertian Kegiatan yang dilaksanakan guna meningkatkan cipta karya di kalangan Pramuka.Tujuan, Meningkatkan budaya Berkarya di kalangan Pramuka, khususnya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Penyelenggaraan
Waktu  :  Bulan Disesuaikan
Tempat : Disesuaikan
Peserta : Disesuaikan
b.   Kegiatan Sosial
Maksud, Memberikan kepadulian kepada orang lain dengan mengadakan Bakti Sosial untuk disumbangkan ke Panti Asuhan atau kepada orang yang ekonominya kurang mampu
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : Disesuaikan
c.   Kegiatan Daerah
Maksud, Memberikan kesempatan bagi Pramuka Penegak, menambah wawasan dan pengetahuan
Waktu    : Disesuaikan
Tempat   : Disesuaikan
c.   Kegiatan Regional
Maksud   : Melaksanakan garis hubungan bimbingan dan konsultasi
Waktu     : Disesuaikan
Tempat    : Disesuaikan

D.  Penutup
Demikianlah Program Kerja memberikan kesempatan bagi Pramuka Penegak Tahun 2012-2013 ini disampaikan. Semoga nantinya apa yang dicita-citakan anggota Pramuka yang umumnya dapat tercapai yaitu menciptakan anggota yang bertanggung jawab, semangat, disiplin dan bermoral positif, demi memberikan kesemptan bagi Pramuka Penegak di SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga.
Menggala         ,   September 2012
Mengetahui;
Ma.Bigus  ………………..




(……………………………..)
Pembina Gudep …………......


Alfaizan,S.Pd