KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PARADIGMA SEHAT 2015 ”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian paradigma sehat ,visi misinya,latar belakang.
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian paradigma sehat ,visi misinya,latar belakang.
Diharapkan
Makalah ini dapat memberikan informasi dan pelajaran kepada kita semua .
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Medan, Maret 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………….i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang ………………………………………………………………………………….......1
B.
Tujuan ……………………………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Paradigma Sehat …………………………………………………………………………….2
B.
Latar belakang /Dasar
Pemikiran Paradigma Sehat ……………………………………………2
C.
Faktor yang mendorong perlu adanya paradigm ……………………………………………
D.
Strategi Pembangunan
Kesehatan …………………………………………………………………
E. Tiga Pilar Indonesia Sehat ……………………………………………………………………………
F. Indikator Utama Indonesia Sehat ………………………………………………………………...
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sejalan dengan pemahaman dan
pengetahuan kita, konsep sehat dalam upaya penanganan kesehatan penduduk sudah
mengalami banyak perubahan. Banyak negara berkembang termasuk Indonesia ,
sampai saat ini melakukan penanganan kesehatan masih berupa program-program
konvensional yang masih menekankan pada pengembangan rumah sakit-rumah sakit,
penanganan penyakit secara individual, spesialis, terutama penanganan peristiwa
sakit secara episodik.
Program kesehatan jangka
panjang tidak menguntungkan karena akan berkumpul di tempat yang banyak uang
yaitu kota-kota besar, dari segi ekonomi upaya kesehatan yang berorientasi
kuratif bersifat konsumtif tidak produktif.
B.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui pefinisi Paradigma sehat
2.
Untuk mengetahui latar
belakang /dasar pemikiran paradigma sehat
3.
Untuk mengetagghui
strategi pembangunan kesehatan
4.
Untuk mengetahui tiga
pilar indonesia sehat
5.
Untuk mengetahui
indikator utama indonesia Sehat
BAB II
PEMBAHASAN
PARADIGMA SEHAT
A.
Definisi Paradigma Sehat
Paradigma sehat adalah cara
pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah
kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas
sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan,
serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau
pemulihan kesehatan.
Paradigma
sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun
mikro.
v Secara makro, berarti bahwa pembangunan
semua sektor harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberi
sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
v Secara makro,
·
berarti bahwa pembangunan kesehatan harus
menekankan pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya
kuratif dan rehabilatif.
·
Paradigma sehat dengan
sebutan :”Gerakan Pembangunan Yang Berwawasan Kesehatan” dicanangkan oleh
Presiden RI pada tanggal 1 Maret 1999.
Lebih dari itu, paradigma sehat adalah bagian
dari pembangunan peradaban dan kemanusiaan secara keseluruhan. Paradigma sehat
adalah perubahan mental dan watak dalam pembangunan.
Paradigma sehat adalah perubahan sikap dan
orientasi , yaitu sebagai berikut:
1.
pola pikir yang memandang kesehatan sebagai
kebutuhan yang bersifat pasif, menjadi merupakan keperluan dan bagian dari hak
asasi manusia (HAM).
2.
Sehat bukan hal yang konsumtif, melainkan suatu
investasi karena menjamin tersedianya SDM yang produktif secara sosial dan
ekonomi.
3.
Kesehatan yang semula hanya berupa penanggulangan
yang bersifat jangka pendek ke depannya akan menjadi bagian dari upaya
pengembangan SDM yang bersifat jangka panjang.
4.
Pelayanan kesehatan tidak hanya pelayanan medis
yang melihat bagian dari yang sakit/penyakit, tetapi merupakan pelayanan
kesehatan paripurna yang memandang manusia secara utuh.
5.
Kesehatan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga
sehat mental dan sosial.
6.
Pelayanan kesehatan tidak lagi terpecah-pecah (fragmented),
tetapi terpadu (integrated).
7.
Fokus kesehatan tidak hanya penyakit, tetapi juga
bergantung pada permintaan pasar.
8.
Sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya
masyarakat umum (pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan umum), melainkan
juga masyarakat swasta (pelayanan kesehatan untuk perorangan/pribadi, misalnya homecare
).
9.
Kesehatan bukan hanya menjadi urusan pemerintah,
melainkan juga menjadi urusan swasta.
10. Biaya
yang ditanggung pemerintah adalah untuk keperluan publik (seperti pemberantasan
penyakit menular, penyuluhan kesehatan), sedangkan keperluan lainnya perlu
ditanggung bersama dengan pengguna jasa.
11. Biaya
kesehatan bergeser dari pembayaran setelah pelayanan menjadi pembayaran di muka
dengan model Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat.
12. Kesehatan
tidak hanya berfungsi sosial, tetapi juga dapat berfungsi ekonomi.
13. Pengaturan
kesehatan tidak lagi diatur dari atas (top down), tetapi berdasarkan
aspirasi dari bawah (bottom up).
14. Pengaturan
kesehatan tidak lagi tersentralisasi, tetapi telah terdesantralisasi.
15. Pelayanan
kesehatan tidak lagi bersifat birokratis tetapi entrepreuner.
16. Masyarakat
tidak sekedar ikut berperan serta, tetapi telah berperan sebagai mitra.
B.
Latar
belakang /Dasar Pemikiran Paradigma Sehat
§ Hidup
sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat
esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat
merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif, bukanlah hal yang
konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan
bahagia.
§ Kesehatan
merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang sangat menentukan kualitas
sumber daya manusia, disamping pendidikan dan pendapatan (ekonomi). Oleh karena
itu, kualitas kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan.
§ Sehat
juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Mensyukuri karunia dapat
ditunjukan dengan perkataan, perasaan, dan perbuatan. Bersyukur dengan
perbuatan ditunjukan dengan memelihara kesehatan dan berupaya untuk
meningkatkannya.
§ Memelihara
dan meningkatkan kesehatan lebih efektif daripada mengobati penyakit. Oleh
karena itu, upaya peningkatan kesehatan (promosi) dan pencegahan penyakit
(preventif) perlu ditekankan tanpa mengesampingkan upaya penyembuhan dan
pemulihan.
§ Derajat
kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan perilaku, pelayanan kesehatan, dan
keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki konstribusi yang sangat
besar terhadap kualitas derajat kesehatan. Di pihak lain, faktor lingkungan dan
perilaku terkait dengan banyak sektor di luar kesehatan. Oleh karena itu, perlu
diperhatikan dampak pembangunan semua sektor dibidang kesehatan.
§ Adanya
transisi demografis dan epidemologis, tantangan global dan regional,
perkembangan iptek, tumbuhya era desentralisasi, serta maraknya demokratisasi
disegala bidang, mendorong perlunya upaya peninjauan kebijakan yang ada serta
perumusan paradigma baru dibidang kesehatan.
Berdasarkan paradigma sehat, dirumuskan visi,
misi dan strategi pembangunan kesehatan.Visi
Indonesia Sehat 2015
Visi
Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui:
Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui:
Ø pembangunan
kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya
hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat,
Ø memiliki kemampuan untuk mengjangkau pelayanan
kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,
Ø serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya
di seluruh republic Indonesia.
Gambaran
masyarakat di Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai :
INDONESIA SEHAT 2015
Dengan adanya rumsan visi tersebut, maka lingkungan yang diharapkan pada masa depan adalah:
INDONESIA SEHAT 2015
Dengan adanya rumsan visi tersebut, maka lingkungan yang diharapkan pada masa depan adalah:
·
lingkungan yang kondusif bagi
terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya
air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang
sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya
kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai
budaya bangsa.
·
Perilaku masyarakat Indonesia sehat
2015 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah terjadinya resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit
serta berpartisifasi akif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
·
Selanjutnya masyarakat mempunyai kemampuan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Layanan yang tersedia adalah
layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar secara merata
dindonesia. Dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang
optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan
ekonomis
Misi
Untuk dapat mewujudkan visi INDONESIA SEHAT 2015, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut:
Untuk dapat mewujudkan visi INDONESIA SEHAT 2015, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut:
1.
Menggerakkan pembangunan nasional
berwawasan kesehatan
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sector kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sector pembangunan lainnya. Untuk optimalisasi hasil kotribusi positif tersebut, harus dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan. Dengan perkataan lain untuk dapat terwujunya INDONESIA SEHAT 2015, para penanggungjawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya.
Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakan. Untuk dapat terlaksananya pembangunan yang berwawsasankesehatan, adalah seluruh tugas yang berelemen dari system kesehatan untuk berperan sebagai penggerak utama pembanguanan nasional berwawasan.
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sector kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sector pembangunan lainnya. Untuk optimalisasi hasil kotribusi positif tersebut, harus dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program pembangunan. Dengan perkataan lain untuk dapat terwujunya INDONESIA SEHAT 2015, para penanggungjawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya.
Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakan. Untuk dapat terlaksananya pembangunan yang berwawsasankesehatan, adalah seluruh tugas yang berelemen dari system kesehatan untuk berperan sebagai penggerak utama pembanguanan nasional berwawasan.
2.
Mendorong kemandirian masyarakat
untuk hidup sehat
Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai. Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu upaya kesehatan pokok atau misi sector kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai. Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu upaya kesehatan pokok atau misi sector kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
3.
Memelihara dan meningkatkan
pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab sector kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.
4.
Memelihara dan meningkatkan
kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya mengandyng makna bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warga negaranya, yakni setiap individu,keluarga dan masyarakat Indonesia, tanpa meninggakan upaya menyembuhkan penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Untuk terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitative. Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat, dan oleh karena itu tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih dprioritaskan. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin)
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya mengandyng makna bahwa tugas utama sector kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warga negaranya, yakni setiap individu,keluarga dan masyarakat Indonesia, tanpa meninggakan upaya menyembuhkan penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Untuk terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitative. Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat, dan oleh karena itu tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih dprioritaskan. (ilmu kesehatan masyarakat, syafrudin)
C.
Faktor
yang mendorong perlu adanya paradigma sehat :
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk.
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk.
D.
Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan
di bidang kesehatan memiliki strategi :
1. Pembangunan
kesehatan berwawasan kesehatan. Semua kebijakan nasional yang diselenggarakan
harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberi kontribusi positif
terhadap pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
2.
Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu
perlu didukung dengan penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta penerapan nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3.
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM).
Penataan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin pemeliharaan kesehatan
masyarakat luas.
4.
Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan
harus didasarkan pada masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu
pengaturannya disesuaikan dengan rumah tangga masing-masing daerah.
E.
Tiga Pilar
Indonesia Sehat
Tiga
pilar Indonesia sehat, antara lain :
1. Lingkungan
sehat, adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup yang sehat, yakni bebas
polusi, tersedia air bersih, lingkungan memadai, perumahan-pemukiman sehat,
perencanaan kawasan sehat, terwujud kehidupan yang saling tolong-menolong
dengan tetap memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
2.
Perilaku sehat, yaitu bersikap proaktif
memelihara dan meningkatkan kesehatan (contih: aktifitas fisik, gizi seimbang),
mencegah resiko terjadinya penyakit (contoh: tidak merokok), melindungi diri
dari ancaman penyakit (contoh: memakai helm dan sabuk pengaman, JPKM), berperan
aktif dalam gerakan kesehatan (contoh: aktif di posyandu).
3.
Pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan
merata, yang menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa adanya hambatan ekonomi,
sesuai dengan standar dan etika profesi, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat,
serta memberi kepuasan kepada pengguna jasa.
F.
Indikator
Utama Indonesia Sehat
Indikator
utama Indonesia sehat, yaitu :
1. Lingkungan
sehat: 80% rumah sehat, 90% keluarga menggunakan air bersih, 85% keluarga
menggunakan jamban sehat, 80% sekolah sehat, 80% Kabupaten/kota sehat.
2.
Perilaku sehat: 80% penduduk berperilaku sehat
(aktivitas fisik, makan dengan gizi baik, dan tidak merokok); 80% tatanan
keluarga sehat.
3.
Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau: Setiap kecamatan memiliki 1,5 puskesmas; pemanfaatan sarana yankes
80%; pengunjung/pasien puas akan pelayanan kesehatan; rasio desa terhadap
posyandu adalah 1:5 (minimal salah satunya purnama/mandiri); 100% balita telah
diimunisasi.
4.
Derajat kesehatan: Angka harapan hidup 67,9
tahun, angka kematian bayi 35 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian ibu 125
per 100.000 kelahiran, angka kematian kasar 7,5 per 1000 penduduk.
BAB
III
PENUTUP
Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir,
atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait
dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang
lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan,
tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Dasar Pemikiran Paradigma
Sehat Hidup
sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat
esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat
merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif. Sehat bukanlah hal
yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera
dan bahagia.
Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma sehat :
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif
d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk
DAFTAR
PUSTAKA
Vaughan, Morrow,
1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB
Entjang, Indan, 2000,
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, Citra Aditya Bakti
M. N. Buston, 1977,
Pengantar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta
M. N. Buston, 1977,
Epidemiologi penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta
Azrul Azwar, 1989,
Penanggulangan Wabah oleh Puskesmas, Binarupa, Jakarta
Noor Nasri N, 1997,
Dasar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta
Sukidjo Notoatmodjo,
2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Azrul Azwar, 2001,
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Binarupa, Jakarta
Bambang, 1990, Dasar
dasar Epidemiologi
PARADIGMA
SEHAT 2015
Disusun
oleh:
........................................
AKBID ....................................................
TA 2011/2012